Qurban Dahulu Atau Bayar Hutang?
Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Wr. Wb. Saya ingin menanyakan beberapa permasalahan sbb: Mana yang harus diutamakan jika kita berniat untuk melakukan ibadah qurban (pada saat Idul Qurban) sementara kita masih memiliki hutang? Apakah harus melunasi hutang terlebih dahulu? Saya mengucapkan terima kasih atas jawaban yang ustadz berikan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jawaban:
Dalam masalah ini anda harus mendahulukan membayar hutang daripada menyembelih hewan qurban. Karena memotong hewan qurban merupakan ibadah sunnah untuk bertaqarrub kepada Allah. Sedangkan melunasi hutang merupakan kewajiban antar sesama manusia. Jadi ada dua alasan mengapa harus mendahulukan bayar hutang.
Pertama, karena bayar hutang itu wajib hukumnya, sedangkan menyembelih hewan qurban hukum asalnya sunnah. Kedua, karena bayar hutang itu hak adami yang harus dipenuhi, sedangkan menyembelih hewan qurban tidak terkait dengan hak adami. Selama belum terpenuhi, maka sampai mati pun masih menjadi tuntutan si pemilik harta dan akan menjadi masalah di dalam kubur karena masalah hutang ini.
Wallahu ‘alam bish-Showab. Wassalamualaikum Wr. Wb.
Sumber: SyariahOnline
BERKORBAN ATAU MEMBAYAR HUTANG
Bolehkah seorang yang dibebani hutang bank dan rakan berkorban sekali setahun demi tawaran pahalanya?.
Saya telah banyak mengulas berkenaan hutang dan pendirian Islam berkenaannya. Sila rujuk di sini. Justeru, untuk menentukan keutamaan samada menjelaskan hutang atau melakukan ibadah kurban kita perlu melihat kepada jenis hutang, tempoh janji bayaran semula dan kemampuan orang yang berhutang.
Jika ia adalah dari jenis hutang yang telah terancang pembayarannya seperti hutang bank dan selepas ditolak semuanya masih ada baki wang, tatkala itu individu tersebut sewajarnya melihat dan memikirkan berkenaan hutang tidak rasmi dari individu lain atau rakan-rakan serta tempoh yang dijanjikan.
Jika tempoh langsaian hutang masih jauh dan diyakini pendapatan akan datangnya boleh menampung semunya tanggungjawab wajib itu. Di ketika itu barulah ibadah kurban menjadi utama untuk dilaksanakan.
Ia amat jelas kerana ibadah kurban hanya sunat muakkad sahaja menurut majoriti mazhab mankala langsai hutang dalam tempohnya adalah wajib.
Jika disebabkan oleh ingin berkorban sehingga menyebabkan rakan pemberi hutang pula ‘TERKORBAN’, hubungan persaudaraan ‘terkorban’, atau hingga menyebabkan pihak bank mengenakan penalti kerana lewat bayar, tidak wajar sama sekali untuk berkorban juga. Keutamaan tetap bagi pelangsaian hutang berbanding berkorban. Demikian pandangan ringkas saya.
Sumber: Ustaz Zaharuddin
Berqurban Dengan Meminjam Uang Di Koperasi
Pertanyaan: Assalumu'alaikum wr.wb Saya ingin menanyakan persoalan qurban, ada beberapa teman saya yang ingin sekali melakukan qurban, namun mereka tidak ada dana, sehingga mereka ingin meminjam uang di koperasi untuk membili hewan qurban. yang menjadi pertanyaan saya, boleh tidak hal ini dilakukan? Terimakasih Wassalamu'alaikum wr.wb Rahma Jawaban: Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillahi rabbil `alamin, washshalatu wassalamu `ala sayyidil mursalin, wa ba`du, Ibadah qurban itu hanya disunnahkan bagi mereka yang memang punya keluasan rezeki. Sedangkan buat mereka yang kekurangan atau tidak punya keluasan rezeki, maka tidaklah harus menyembelih hewan qurban. Islam itu agama yang mudah dan tidak membebankan kepada pemeluknya untuk melakukan sebuah ibadah kecuali bila memang orang itu mampu melakukannya. Misalnya zakat, dimana zakat itu tidak pernah diwajibkan kepada fakir miskin yang tidak mampu. Sebaliknya, justru para fakir miskin itulah yang berhak menerima zakat. Apabila teman Anda termasuk kalangan yang kurang mampu untuk membeli seekor kambing untuk dijadikan hewan qurban, maka Allah SWT sama sekali tidak akan pernah memintanya untuk menyembelih qurban. Sebab perintah ibadah ini hanya berlaku buat mereka yang diberikan kelapangan dalam rezeki. Karena itu bila seseorang sampai memaksakan diri untuk bisa menyembelih hewan qurban, apalagi sampai harus berhutang sana sini, maka sebenarnya bisa dikatakan agak berlebihan. Sebab ibadah qurban itu tidak boleh diiringi rasa riya?, rasa ingin dipuji, atau ingin dibilang setia kepada masjid yang menyelenggarakan pemotongan dan sejenisnya. Lalu untuk itu, dari pada dibilang pelit atau tidak loyal, maka berhutanglah kesana kesini. Tentu sikap ini tidak terlalu bijaksana, sebab bukan demikian esensi ibadah qurban. Lain halnya bila seseorang bekerja keras untuk menabung uangnya rupiah demi rupiah agar tahun depan bisa ikut menyembelih hewan qurban, maka hal itu tentu perlu dihargai. Tapi tetap saja tidak boleh sampai mengorbankan kewajibannya dalam mencukupi kebutuhan kehidupan istri dan anak-anaknya. Sebab memberi nafkah kepada keluarga hukumnya wajib. Sedangkan menyembelih hewan qurban hukumnya sunnah atau sunnah muakkadah bagi mereka yang kelebihan harta. Tapi bila seseorang terlanjur berniat lalu berhutang dan membeli kambing untuk kurban, maka insya Allah qurbannya diterima Allah SWT dan secara hukum tetap syah. Wallahu a`lam bishshowab. Wassalamu `alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Sumber: Media Dakwah Yahoogroups
Qurban Atau Bayar Hutang, Mana Duluan? Pertanyaan: Assalamu'alaikum wr wb. Saya ingin menanyakan beberapa permasalahan sbb: Mana yang harus diutamakan jika kita berniat untuk melakukan ibadah qurban (pada saat Idul Qurban), sementara kita masih memiliki hutang? Apakah harus melunasi hutang terlebih dahulu?. Saya mengucapkan terima kasih atas jawaban yang ustadz berikan. Wassalamu'alaikum Wr Wb Yani Jawaban: Dalam masalah ini anda harus mendahulukan membayar hutang dari menyembelih hewan qurban. Karena memotong hewan qurban merupakan ibadah sunnah untuk bertaqarrub kepada Allah. Sedangkan melunasi hutang merupakan kewajiban antar sesama manusia. Jadi ada dua alasan mengapa harus mendahulukan bayar hutang. Pertama, karena bayar hutang itu wajib hukumnya, sedangkan menyembelih hewan qurban hukum asalnya sunnah. Kedua, karena bayar hutang itu hak adami yang harus dipenuhi, sedangkan menyembelih hewan qurban tidak terkait dengan hak adami. Selama belum terpenuhi, maka sampai mati pun masih menjadi tuntutan si pemilik harta dan akan menjadi masalah di dalam kubur karena masalah hutang ini. Wallahu a'lam bishshowab.
Sumber: Media Dakwah Yahoogroups
My comment:
Seksanya orang berhutang ni… Kat dunia nak buat ibadah seperti ibadah qurban dan haji pun susah sebab kita berada dalam golongan yang tak mampu malah dipertanggungjawabkan pula untuk melunaskan hutang sedia ada sebab di atas setiap hutang itu ada hak-hak pihak tertentu atau insan tertentu yang kita kena tunaikan terlebih dahulu. Unless macam yang Ustaz Zaharuddin pesan, untuk hutang bank atau hutang peribadi contohnya yang telah menjadi tetap setiap bulan dan kemudian kita selesaikan hutang kita pada bulan tersebut dan kita bebas dari dikenakan interest, ada pula duit lebihan pada bulan tersebut, maka pada ketika itu boleh lah kita lakukan ibadah qurban.
Sebab tu lah kita kena segera tukarkan ‘outstanding balance’ kad kredit kita ke dalam bentuk Easy Installment Plan yang tiada interest pada setiap bulan daripada terus membayar ‘minimum payment’ dan ‘outstanding balance’ itu nanti dikenakan interest.
Insya Allah… EzPayment2U sekadar menjalankan tanggungjawab membantu rakan-rakan sekalian keluar dari institusi hutang yang ada interest yang boleh menjerumuskan kita ke dalam riba’… Allah sahaja lah yang berkuasa memberi taufik dan hidayah kepada rakan-rakan sekalian… Insya Allah…